Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

14 Oktober 2013

NASEHAT AKSARA JAWA


Oleh : BRM Panji Anom Resiningrum
Huruf atau carakan Jawa yakni ha na ca ra ka dan seterusnya merupakan sabda pangandikanipun) dari Tuhan YME di tanah Jawa.

FILOSOFI SEMAR

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Semar merupakan satu dari tokoh wayang indonesia, dan ternyata terdapat makna filosofis dalam bentuk wayang semar ini. apakah filosofinya?. check this out.


28 Agustus 2013

LEGENDA BIIJU

Kali ini membawakan sebuah legenda (kayaknya masuk Urban Legend ya?) dari Jepang, yaitu legenda Biiju. Walaupun yang ini saya Copas. Tapi tetep seru, kok. Hehehe. oke ini singkatnya.

Dulu sebelum ada yang namanya Anime Naruto yg memperkenalkan Biiju sebagai additional dalam anime ini, ternyata dalam legenda Jepang sendiri penggambarannya hampir sama dengan di dalam Anime Naruto masterpiece Masashi Kishimoto. Karena saya juga tertarik dengan yang namanya biju maka saya nyari nih semua yang berhubungan dengan Biju. Check this out!

10 Mahluk Mitologi dari Jepang

Kita mengetahui dunia ini penuh dengan cerita keberadaan mahluk-mahluk aneh yang sebagian besar bersumber dari cerita rakyat (folklore) atau mitologi dan sebagian besar keberadaannya tidak ditemukan ada bukti nyata bahwa mahluk tersebut ada atau memangkah mungkin pernah ada di zaman dahulu, namun sebagian besar mahluk-mahluk itu hanyalah mahluk dongeng sebagai cerita penghantar tidur, yang banyak dijumpai diseluruh belahan dunia. Berikut adalah 10 Mahluk Mitologi dari Jepang. check this out! :)

08 Mei 2013

SEJARAH "NIAGARA WATERFALL"

NIAGARA WATERFALL
Siapa yang tidak tau air terjun niagara, Niagara adalah air terjun besar di sungai Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara negara bagian Amerika Serikat New Yorkdengan provinsi Kanada Ontario. Air terjun ini berjarak sekitar 17 mil (27 km) sebelah utara barat laut dari Buffalo, New York dan 75 mil (120 km) tenggara Toronto, Ontario. Niagara adalah nama kelompok dari tiga air terjun. Ketiga air terjun tersebut adalah air terjun Horseshoe (kadang-kadang disebut sebagai air terjun Kanada), air terjun Amerika, dan yang lebih kecil yakni air terjun Bridal Veil yang dipisahkan oleh sebuah pulau bernama Luna Island dari air terjun utama.

MITOLOGI SPANYOL


            Ahoy, teman.. kali ini saya akan membahas tentang MITOLOGI. Bila kita mendengar kata mitologi, kita pasti langsung memikirkan tentang yunani, china, dan Negara lain yg terkenal dengan kisah mitologi mereka yang spektakular dan menarik untuk diteliti. Namun, dengan adanya berbagai bangsa di dunia ada satu mitologi yang tak kalah spektakularnya dengan Negara – Negara mitologi, yaitu Spanyol (SPAIN). Penasaran.? Check this out.. :D

29 Desember 2012

Macam Batik Indonesia


Batik adalah salah satu warisan budaya leluhur, dan kita patut bangga karena banyak macam-macam motif yang terdapat di Indonesia. Dan sekarang ini batik memiliki berbagai corak yang sangat beragam, dan saat ini bukan hanya dibuat untuk kain saja melainkan juga berbagai barang hal seperti jaket, sepatu, sarung kering, bahkan boneka. Dan berikut ini adalah penjelasan tentang jenis dan juga sedikit tentang cara pembuatannya.

Batik Indonesia


Batik
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

15 Desember 2012

Sejarah Yang Dirahasiakan Di dunia

Banyak fakta-fakta sejarah yang sengaja disembunyikan dari pengetahuanmasyarakat luas. Mungkin karena adanya keburukan atau kejahatan yangdilakukan oleh penguasa pada masa lalu atau bisa juga untukmenyembunyikan konspirasi-konspirasi jahat untukkepentingan-kepentingan politik dan ekonomi kelompok-kelompok tertentu.Atau barangkali karena ada kejadian yang memang tidak tercatat denganbaik. Selain itu terdapat juga fakta-fakta mengagumkan yang adasepanjang sejarah dan bisa menambah pengetahuan kita.

21 Mei 2012

Sejarah Kekaisaran Romawi

Kekaisaran Romawi (bahasa Latin: Imperium Romanum) adalah periode pasca-Republik peradaban Romawi kuno, ditandai dengan bentuk pemerintahan autokrasi dan wilayah kekuasaan yang lebih luas di Eropa dan sekitar Mediterania.
Republik Romawi yang betahan selama 500 tahun dan lebih dulu ada, telah melemah dan runtuh melalui beberapa perang saudara. Beberapa peristiwa banyak diajukan sebagai penanda peralihan dari Republik menjadi Kekaisaran, termasuk penunjukan Julius Caesar sebagai diktator seumur hidup (44 SM), Pertempuran Actium (2 September 31 SM), dan pemberian gelar Augustus kepada Oktavianus oleh Senat (4 Januari 27 SM).
Ekspansi Romawi dimulai sejak masa Republik, namun Kekaisaran ini mencapai wilayah terluasnya di bawah kaisar Trajanus: pada masa peemrintahannya (98 sampai 117 M) Kekaisaran Romai menguasai kira-kira 6.5 juta km2 permukaan tanah. Karena wilayahnya yang luas dan jangka waktunya yang lama, institusi dan kebudayaan Romawi memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan bahasa, agama, arsitektur, filsafat, hukum, dan bentuk pemerintahan di daerah-daerah yang dikuasainya, khususnya di Eropa. Ketika bangsa Eropa melakukan ekspansi ke belahan dunai lainnya, pengaruh Romawi ikut disebarkan ke seluruh dunia.
Pada akhir abad ke-3 M, Diokletianus memulai praktik membagi kekuasaan kepada empat ko-kaisar, dengan tujuan mengamankan wilayahnya yang luas, sekaligus mengakhiri Krisis Abad Ketiga. Pada dekade berikutnya Kekaisaran seringkali dibagi menjadi Barat/Timur. Setelah kematian Theodosius I pada 395 Kekaisaran dibagi untuk terakhir kalinya.
Kekaisaran Romawi Barat runtuh pada 476 M setelah Romulus Augustus dipaksa untuk menyerahkan tahtanya kepada pemimpin Jermanik, Odoaker. Kekaisaran Romawi Timur atau Kekaisaran Bizantium sendiri berakhir pada tahun 1453 dengan meninggalnya Konstantinus XI dan penaklukan Konstantinopel oleh Turki Ustmaniyah yang dipimpin oleh Mehmed II.

Pemerintahan

Kaisar

Kekuasaan Kaisar (atas imperiumnya), paling tidak secara teori, adalah berdasarkan kekuasaannya sebagai Tribunus (potestas tribunicia) dan sebagai Prokonsul Kekaisaran (imperium proconsulare).  Secara teori, kekuasaan Tribunus (sebagaimana sebelumnya kekuasaan Tribunus Pleb di masa Republik Romawi) membuat seorang Kaisar dan jabatannya menjadi tak dapat dipersalahkan (sacrosanctus), dan memberikan Kaisar kekuasaan untuk mengatur pemerintahan Romawi, termasuk kekuasaan untuk mengepalai dan mengontrol Senat.
Kekuasaan Prokonsul Kekaisaran (sebagaimana sebelumnya kekuasaan gubernur militer, atau prokonsul, di masa Republik Romawi) memberinya wewenang atas tentara Romawi. Ia juga mendapat kekuasaan yang di masa Republik merupakan hak dari Senat dan Majelis Romawi, antara lain termasuk hak untuk menyatakan perang, meratifikasi perjanjian, dan bernegosiasi dengan para pemimpin asing.
Kaisar juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan berbagai tugas yang sebelumnya dilakukan oleh para Censor, termasuk kekuasaan untuk mengatur keanggotaan Senat.Selain itu, Kaisar juga mengendalikan lembaga keagamaan, karena sebagai kaisar ia adalah Pontifex Maximus dan merupakan salah satu anggota pimpinan dari keempat lembaga keagamaan Romawi. Perbedaan-perbedaan wewenang tersebut meskipun jelas di masa awal Kekaisaran, akhirnya mengabur dan kekuasaan Kaisar menjadi kurang konstitusional dan semakin monarkis.

Pembubaran Republik Romawi (50 SM)

Julius Caesar dikenang sebagai kaisar Romawi paling sempurna (walaupun Roma masih merupakan sebuah republik semasa hidupnya dan jabatan kaisar belum dibentuk hingga ia meninggal). Ia memerintah Republik Romawi beberapa tahun setelah penaklukan kekuatan terakhir bangsa galia di bukit alesia, hingga kematian tragisnya di sidang senat pada 44 SM.
Kekuasaan yang dimiliki Julius Caesar didapatkannya ketika ia masih menjabat sebagai salah satu anggota Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai, ketika itu : Caesar, Pompei dan Crassus) sebagai pemimpin militer. Pada saat itulah ia memulai rencananya untuk merebut daerah luas di utara eropa yang dikuasai bangsa Galia dengan dukungan sahabatnya, Pompei (106-48 SM).
Sejak dikalahkannya Kartago, sekitar satu abad sebelum Caesar lahir, Republik Roma dipenuhi dengan perang saudara, pemberontakan kekuatan militer, korupsi, dan ketidak puasan terhadap dewan Senat sebagai pusat pemerintahan. Suatu kondisi politik yang kacau di sebuah republik yang berkuasa di laut tengah. Dengan berdirinya Triumvirat, beberapa masalah mampu ditangani, walaupun Caesar menyadari bahwa sistem republik sudah tidak layak dipertahankan.
Di tangan Julius Caesar bangsa romawi mulai mewujudkan mimpinya untuk menyerang timur laut dan utara eropa. Ia mendesak perbatasan Romawi sampai ke daratan Inggris (Brittania) sehingga lebih dari separuh benua eropa berada di bawah kekuasaan Republik Roma. Namun kemenangan Caesar dianggap ancaman terhadap republik oleh sebagian anggota Senat, bahkan Pompei ikut mendukung Senat untuk melawan Caesar. Keadaan tersebut memaksa Caesar untuk melakukan Kudeta dan mengabaikan hukum pemerintahan republik itu. Dari utara, Caesar bersama tentaranya menyerang dan merebut kota Roma dari tangan Senat, mengalahkan Pompei dan mengejarnya sampai ke Mesir (dimana yang ia dapatkan hanya kepala Pompei yg tersisa akibat pembunuhan yang dilakukan persekongkolan di mesir, hal tersebut sangat disesali oleh Caesar). Kemenangan Julius Caesar menjadikannya sebagai penguasa Roma dengan kekuasaan mutlak. Ia terus memerintah sampai tewas dibunuh oleh sekelompok orang yang masih mendukung republik pada tahun 44 SM.
Julius Caesar mengubah perjalanan sejarah Roma - dan tentu saja, sejarah Eropa. Di Roma sendiri, ia menggulingkan pemerintahan republik (walaupun harus melakukan kudeta dan berperang melawan teman seperjuangannya, Pompeius magnus) dan menciptakan jabatan yang menurut faktanya adalah seorang kaisar, yang dijadikan jabatan resmi oleh kemenakannya Octavianus (63 SM-14 Masehi) ketika ia memegang kekuasaan setelah kematian pamannya. Tatkala Caesar baru mulai memerintah, Roma adalah penguasa utama di Laut Tengah. Pada waktu kematiannya, Roma juga menjadi pemerintahan adikuasa yang pertama di Eropa-atau boleh jadi di seluruh dunia (dengan pengecualian Persia dibawah Cyrus dan Macedonia dibawah Alexander).

Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)

Kaisar Augustus, Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Romawi
Setelah Julius Caesar tewas, ia digantikan oleh kemenakannya yang bernama Octavianus. Namun bukan hanya jabatan besar, masalah-masalah besar pun turut diwariskan sang paman, selain mendapat banyak perlawanan dari saingan-saingannya, Octavianus juga harus membongkar skandal pembunuhan caesar yang dilakukan oleh sebuah sindikat persekongkolan yang dipimpin Gaius Cassius dan Markus Yunius Brutus. Oleh karenanya, ia sepakat untuk memimpin sebuah Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai) bersama-sama Marcus Lepidus (?-13 SM) dan Marcus Antonius (83-30 SM).
Namun sekali lagi, pemerintahan Triumvirat ini tidak cukup berhasil, sehingga menimbulkan banyak masalah termasuk kisah percintaan Markus Antonius dengan ratu mesir Cleopatra di kemudian hari. Cleopatra sendiri adalah pemimpin terakhir dari dinasti terakhir mesir (ptolemy), seorang ratu yang pada masa sebelumnya juga pernah memiliki skandal percintaan dengan Caesar. Kita tinggalkan dulu Cleopatra, setelah para pembunuh Julius Caesar berhasil ditangkap dan dihancurkan, Triumvirat sepakat untuk membagi kekuasaan secara geografis, dengan Octavianus di Eropa, Lepidus di Afrika dan Antonius di Mesir.
Di Mesir, Markus Antonius mengawali pemerintahannya di kota kosmopolitan Alexandria, disanalah ia bertemu Cleopatra (69-30 SM) yang kemudian ia nikahi (walau besar kemungkinan keduanya pernah bertemu di saat Caesar masih hidup). Perlahan tapi pasti, sahabat seperjuangan Julius Caesar ini mulai berpindah pihak. Ia menetapkan ketiga anaknya sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai hadiah.
Ketika kabar angin itu merebak dan terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang melawan Anthony. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM). Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator dan Kaisar Augustus (Augustus Caesar). Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi, puncak dari dominasi politik yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri. Tepatnya tahun 27 SM.

Tahun empat kaisar (69 Masehi)

Setelah Kasiar Nero meninggal karena bunuh diri pada tahun 68, meletuslah suatu perang saudara di Kekaisaran Romawi (perang saudara pertama sejak kematian Antonius pada tahun 30 SM), masa yang dikenal juga dengan sebutan Tahun empat Kaisar (Year of the four emperors). Antara bulan Juni 68 hingga bulan Desember 69, Kaisar Romawi berganti hingga 3 kali dalam satu tahun (Nero digantikan Galba, Galba digantikan Otho, Otho digantikan Vitellius, Vitellius digantikan Vespasian, penguasa pertama dari dinasti Flavian). Periode perang saudara ini sendiri dianggap menjadi awal catatan hitam dalam sejarah Kekaisaran Romawi, karena akibat yang ditimbulkannya berimplikasi besar pada kestabilan politik dan militer Roma saat itu.

Krisis Pada Abad ke-3 (253 - 284)

Setelah Augustus mendeklarasikan berakhirnya perang saudara pada abad ke-1 Sebelum Masehi, Kekaisaran Romawi mengalami periode dimana perluasan daerah, kedamaian, dan kemakmurah ekonomi terasa diseluruh penjuru Kekaisaran (Pax Romana). Namun pada abad ke-tiga, Kekaisaran dihadapkan pada sebuah krisis dimana serangan bangsa bar-bar, perang saudara, dan hiperinflasi terjadi dalam waktu yang bersamaan dan terus menerus, yang hampir menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi.
Kekacauan ini sala satunya disebabkan karena tidak adanya suatu sistem yang jelas yang mengatur tentang pergantian kekuasaan (succesion) sejak Augustus meninggal tanpa menunjuk penerus Kekaisaran (normalnya, kekuasaan akan diserahkan kepada anak sang kaisar, namun saat itu Augustus tidak memiliki anak). Hal ini menyebabkan kekacauan saat pergantian kekaisaran pada abad ke-1 dan ke-2, namun biasanya kekacauan yang terjadi tidak berlangsung lama.
Pada abad ke-3 ini, puncak kekaisaran dipimpin sekurang-kurangnya 25 Kaisar antara tahun 235 - 284 (biasa disebut Kaisar-Militer (Soldier-Emperor). Kebanyakan dari 25 kaisar ini tewas dibunuh atau terbunuh dalam konflik abad ke-3 ini. periode ini dianggap berakhir setelah Diocletian berkuasa.

Penyebaran Agama Kristen di Romawi

Kurang lebih tiga abad setelah kematian Kaisar Augustus (wafat pada tahun 14 Masehi), Roma yang berbentuk kekaisaran telah berkembang dengan pesatnya. Dengan wilayah yang luas dan kekuatan militer yang tak terkalahkan, kekaisaran Romawi menjadi kekaisaran terbesar di dunia yang telah dikenal ketika itu, masa yang biasa disebut Pax Romana, di mana pun terwujud.
Konstantin yang agung, atau dikenal juga dengan sebutan Konstantin I
Pada saat inilah, agama Kristen mulai tumbuh dan berkembang di Roma. Tidak seperti agama-agama sebelumnya, yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai ciri-ciri budaya suatu bangsa, agama Kristen secara aktif mempertobatkan mereka yang belum percaya. Agama Kristen bermula dari Timur Tengah dan menyebar hingga ke Yunani dan Mesir. Para utusan Injil Kristen terutama murid Yesus, Petrus (?-67 Masehi), perintis penyebaran agama Kristen, bersama-sama Saulus dari Tarsus (5-67 Masehi), kini dikenal sebagai Paulus, memberitakan agama yang baru itu ke seluruh wilayah Kekaisaran dan bahkan sampai ke Roma.
Pada awalnya, kedatangan agama baru ini bisa ditoleransi oleh orang Romawi. Namun pada perkembangan selanjutnya, orang Romawi mulai khawatir akan penyebaran agama Kristen yang begitu cepatnya. Mereka mengkhawatirkan agama ini akan memecahbelah persatuan bangsa Romawi. Maka dimulailah pembantaian terhadap orang-orang yang memeluk agama Kristen. Mereka dibunuh, ditindas atau dijadikan umpan singa di arena sirkus. Meskipun demikian, gerakan-gerakan bawah tanah orang Kristen tetap aktif menyebarkan agama, mereka menjadikan Roma sebagai pusat gerakan mereka.
Hingga suatu ketika, keadaan ini berubah ketika Constantinus (280-337 Masehi), yang memeluk agama Kristen, berkuasa. Di bawah kepemimpinannya, agama yang awalnya ditentang ini, mulai diterima dan bahkan dikembangkan. Bahkan, ia sempat menjadi penengah dalam sebuah perselisihan serius mengenai doktrin antara golongan barat dan timur dalam Gereja. Ia mengundang para uskup yang mewakili kedua golongan itu untuk menghadiri sebuah Konsili Nicea tahun 325 Masehi. Di sana perbedaan-perbedaan di antara mereka diselesaikan. Pengakuan Iman Nicea, yang naskahnya dibuat pada konferensi tersebut, menetapkan keyakinan-keyakinan Kristen yang mendasar yang dapat disepakati kedua golongan.
Selanjutnya, Constantinus mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan orang Kristen dari kehancuran, baik sebagai akibat penganiayaan eksternal ataupun perselisihan internal. Ia juga menetapkan agama Kristen sebagai agama negara di seluruh pemerintahan Kekaisaran Romawi.
Karena jasa-jasanya itulah, agama tersebut mulai tersebar bahkan menjadi dominan di seluruh Eropa (karena ketika itu, Romawi menguasai hampir seluruh daratan Eropa).

Pembagian Kekaisaran Romawi (395)

Pembagian Kekaisaran Romawi yang tunggal menjadi dua (Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur) terjadi sekitar tahun 395 setelah kematian Thedosius I. Pembagian kekuasaan ini dilakukan melalui serangkaian peristiwa yang saling terkait.

Pembagian Wilayah oleh Diocletian (305).

Kaisar Romawi ketika itu, Diocletian mulai mengalami kesulitan-kesulitan yang serius dalam menjalankan pemerintahannya diatas daerah yang sangat luas, kesulitan ini di antaranya :
  • Daerah yang terlalu luas mengakibatkan koordinasi pusat dengan daerah lainnya terhambat, perlu waktu berbulan-bulan agar maklumat atau hukum dari pusat pemerintahan samapai ke daerah terpencil.
  • Daerah yang terlalu luas itu juga mengakibatkan rendahnya pengawasan dan penjagaan dari serangan bangsa lain seperti Goth, Visigoth, Vandal dan Frank.
Diocletian melihat bahwa Kekaisaran Romawi tidak akan bisa bertahan jika dipimpin oleh satu pemerintahan saja, maka ia pun membagi Kekaisaran menjadi dua pada sekitar daerah timur Italia (lihat), dan menyebut pemimpinnya dengan sebutan Augustus
  • Kekaisaran Romawi Bagian Barat dengan Diocletian sebagai Augustus bagi Wilayah Barat
  • Kekaisaran Romawi Bagian Timur dengan Maximian, sahabat karib Diocletian, sebagai Augustus wilayah Wilayah Timur
Walaupun begitu, kekaisaran Romawi pada saat itu tetap menjadi suatu Kekaisaran tunggal, pemisahan menjadi Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur terjadi pada masa kepemimpinan Theodisius I.

Tetrachy (Empat Pemimpin)(285 – 324)

Diocletian, pencetus pemisahan wilayah Romawi.
Setelah wilayah Kekaisaran Romawi dibagi menjadi dua wilayah. Pada tahun 293 masing-masing Augustus memilih kaisar muda yang disebut Caesar (bedakan antara Kaisar (Emperor) dengan Caesar) sebagai pembantu urusan administratif dan sebagai penerus Kekaisaran jika mereka meninggal; Galerius menjadi Caesar dibawah Dioclotian dan Constantius Chlorus dibawah Maximian. Konstitusi ini disebut Tetrachy dalam ilmu pemerintahan modern.
Pada awalnya, sistem ini cukup berhasil mencegah kehancuran Kekaisaran Roma. Penurunan kekuasaan pun berlangsung dengan damai. Setiap Caesar, dari barat ataupun timur, menggantikan Augustus masing-masing dan mengangkat Caesar Baru; Galerius mengangkat keponakannya Maximinus, dan Constantius mengangkat Flavius Valerius Severus sebagai Caesar nya. Namun keadaan berubah ketika Constantius Chlorus meninggal pada tanggal 25 Juli 306. Pasukan Constantius di daerah Eboracum segera mengangkat Constantine, anak Constantius, sebagai Augustus. Dan pada bulan agustus pada tahun yang sama, Galerius juga memutuskan untuk mengangkat Severus menjadi Augustus.
Ketika ketidakpuasan merajalela, Roma dihadapkan pada sebuah revolusi yang menginkan Maxentius anak Maximian, menjadi Augustus (akhirnya ia menjadi Augustus pada tanggal 28 Oktober 306). Berbeda dengan yang lainnya, pengangkatan Maxentius ini didukung oleh pasukan Praetorian. Hal ini menyebabkan Kekaisaran memiliki 5 pemimpin: Empat Augustus (Galerius, Constantine, Severus dan Maxentius) dan seorang Caesar (Maximinus)
Dan pada tahun 307, Maximian juga memproklamirkan dirinya sebagai Augustus, bersebelahan dengan anaknya Maxentius (sehingga secara total, ada 6 orang Augustus di Kekaisaran Romawi yaitu : Maximinus, Maximian, Maxitius, Galerius, Constantine dan Severus). Namun hal ini tidak disetujui oleh Galerius dan Severus, sehingga menimbulkan perang saudara di daerah Italia. Akhirnya, Serverus terbunuh di tangan Maxentius pada tanggal 16 September 307. Keduanya (Maximinus dan Maxentius) pun berusaha memikat Constantine untuk bekerjasama dengan cara menjodohkan Constantine dengan Fausta, anak Maximian sekaligus kakak kandung Maxentius.
Keadaan semakin rumit ketika Domitius Alexander, Vicarius (semacam Gubernur) dari Provinsi Afrika memproklamirkan diri sebagai Augustus pada 308. Melihat perkembangan ini, maka diadakanlah Kongres Carnuntum yang dihadiri oleh Diocletian, Maximian, and Galerius. Kongres ini menghasilkan keputusan antara lain :
  • Galerius menjadi Augustus di Kekaisaran Romawi Wilayah Timur
  • Maximinus menjadi Caesar di Kekaisaran Romawi Wilayah Timur
  • Maximian Dipecat
  • Maxentius tidak diakui, kepemimpinannya dianggap ilegal
  • Constantine mendapat pengakuan, namun jabatannya di turunkan menjadi Caesar di Kekaisaran Romawi Bagian Barat
  • Licinius menggantikan Maximian sebagai Augustus di Kekaisaran Romawi Wilayah Barat
Namun masalah terus berlanjut. Maximinus menuntut agar gelarnya sebagai Augustus dikembalikan. Akhirnya dia memproklamirkan dirinya kembali sebagai Augustus pada tanggal 1 Mei 310. Diikuti oleh Maximian yang memproklamairkan dirinya, untuk yang ketiga kalinya, menjadi Augustus. Namun ia (Maximian) tewas dibunuh oleh menantu-nya sendiri, Constantine, pada bulan Juli 310. Pada akhir tahun 310, Kekaisaran Romawi masih dipimpin oleh 4 Augustus resmi (Galerius, Maximinus, Constantine, dan Licinius) dan seorang Augustus ilegal (Maxentius)
Galerius, dalam koin Romawi.
Galerius tewas pada bulan Mei 311 meninggalkan Maximinus sebagai penguasa tunggal Kekaisaran Romawi Wilayah Timur. Disaat bersamaan, Maxentius mendeklarasikan perang terhadap Constantine, yang telah membunuh ayahnya (Maximian adalah ayah kandung Maxentius). Namun peperangan itu menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Ia tewas dalam suatu pertempuran melawan Constantine, Pertempuran di Jembatan Milvian, pada tanggal 28 Oktober 312.
Akibat kematian Maxentius, Augusti (kata jamak dari Augustus) hanya bersisa 3 orang; Maximinus, Constantine, dan Licinius. Licinius kemudian menikahi Constantia, adik Constantine, untuk mengikat persahabatan dengan Constantine.
Pada bulan Agustus 313, Maximinus tewas di daerah Tarsus, Cilicia. Augusti yang tersisa (Licius dan Constantine) akhirnya sepakat membagi 2 wilayah Kekaisaran Romawi, seperti yang dilakukan oleh Diocletian; Constantine di Kekaisaran Romawi Bagian Barat, dan Lucius di Kekaisaran Romawi Bagian Timur.
Pembagian kekuasaan ini berlangsung selama sepuluh tahun. Samapai pada tahun 324, peperangan antara dua Augusti yang tersisa terjadi. Peperangan ini berakhir dengan kekalahan Lucius, menjadikan Constantine sebagai penguasa tunggal di seluruh Kekaisaran Romawi.
Kemudian Constantine memutuskan bahwa Kekaisaran yang hampir musnah ini, membutuhkan ibukota baru sebagai pusat pemerintahan. Ia memutuskan memindahkan pusat pemerintahan ke Kota kuno Byzantium dan mengubah namanya menjadi Nova Roma (namun dikemudian hari, kota ini dikenal dengan Constantinople, kota Constantine). Constantineople terus menjadi pusat pemerintahan Constantine yang agung sampai kematiannya pada tanggal 22 Mei 337.

Theodosius I, Kaisar Terakhir (395)

Pada tahun 392, Valentinian tewas di Vienne. Theodosius I menggantikan dia, memerintah seluruh Kekaisaran Romawi.
Theodosius mempunyai dua putra (Arcadius dan Honorius) dan seorang putri bernama Pulcheria, dari istri pertamanya, Aelia Flacilla. Putri dan istrinya pertamanya kemudian tewas pada tahun 385. Dari istri keduanya, Galla, dia mendapatkan seorang putri, Galla Placidia, ibu dari Valentinian III, seseorang yang kemudian menjadi Kaisar di Kekaisaran Romawi Barat.
Setelah kematiannya pada tahun 395, kekuasaannya dibagi kepada dua anaknya Arcadius dan Honorius; Arcadius menjadi penguasa Kekaisaran Romawi Timur, dengan ibukota Konstantinopel, dan Honorius menjadi penguasa di Barat, dengan ibukota Milan. Pembagian ini dianggap sebagai akhir dari Kekaisaran Romawi yang Tunggal.

Pertempuran Adrianople (378)

Pertempuran Adrianople (9 Agustus 378) adalah pertempuran antara Tentara Romawi yang dipimpin Kaisar Valens dan suku Jerman (Germanic Tribes, kebanyakan berasal dari suku Visigoths dan Ostrogoths) dipimpin oleh Fritigern. Pertempuran terjadi di daerah Adrianople dan berakhir dengan kekalahan telak Kekaisaran Romawi. Pertempuran ini mengakibatkan tewasnya Kaisar Valens.

Daftar kaisar Romawi

Berikut ini adalah daftar kaisar Romawi dari Caesar (59 SM) hingga kaisar tunggal terakhir, Theodosius I (392 – 395), sebelum kekaisaran Romawi pecah menjadi kekaisaran Romawi Barat dan kekaisaran Romawi Timur:
Catatan : Tahun yang tertulis adalah tahun jabatan (bukan tahun kelahiran – kematian)

Principatus

Pencetus dan pendiri Kekaisaran Romawi (49 SM – 14 M)

Dinasti Yulius-Claudius (14 – 69)

Tahun Empat Kaisar (68 – 69)

Dinasti Flavianus (69 – 96)

Lima Kaisar Baik (96 – 180)

Dinasti Antoninus (180 – 192)

Dinasti Severanus (193 – 235)

Krisis di Abad Ketiga (235 – 284)

Catatan : Krisis abad ke-3 biasa digunakan untuk menggambarkan sebuah keadaan kacau di Kekaisaran Romawi antara tahun 235 dan 284, yang hampir menyebabkan kehancuran Kekaisaran Romawi. Pada periode ini, Kekaisaran dipimpin oleh kira-kira 25 Kaisar. Periode ini dianggap berakhir setelah Diocletian berkuasa.

Dominatus

Tetrarki (285 – 324)

Konstantinus Agung (324 – 337)

Anak-anak Konstantinus (337 – 361)

Catatan : Konstantinus II dan Konstans kemudian tewas, meninggalkan Konstantius II sebagai penguasa tunggal.

Julian dan Jovian (361 – 364)

Dinasti Valentinian (364 – 392)

Kaisar Tunggal Terakhir (392 – 395)

Catatan kaki

  1. ^ Since classical and modern concepts of state do not coincide, other possibilities include Res publica Romana, Imperium Romanum or Romanorum (also in Greek: Βασιλείᾱ τῶν Ῥωμαίων – Basileíā tôn Rhōmaíōn – ["Dominion (Literally 'kingdom') of the Romans"]) and Romania. Res publica, as a term denoting the Roman "commonwealth" in general, can refer to both the Republican and the Imperial era, while Imperium Romanum (or, sometimes, Romanorum) is used to refer to the territorial extent of Roman authority. Populus Romanus, "the Roman people", is often used for the Roman state dealing with other nations. The term Romania, initially a colloquial term for the empire's territory as well as the collectivity of its inhabitants, appears in Greek and Latin sources from the fourth century onward and was eventually carried over to the Byzantine Empire. (See Wolff, R.L. "Romania: The Latin Empire of Constantinople". In: Speculum, 23 (1948), pp. 1–34 (pp. 2–3).)
  2. ^ Dalam pertikaian Akhir Republik, ratusan senator dibunuh atau meninggal, dan Senat Romawi diisi kembali dengan orang-orang pendukung Triumvirat Pertama dan kemudian dengan para pendukung Triumvirat Kedua.
  3. ^ Oktavianus/Augustus secara resmi mengumumkan bahwa dia telah menyelamatkan Republik Romawi dan secara hati-hati menyamarkan kekuasaannya di bawah bentuk republik; konsul terus dipilih, tribunus kaum plebeian terus mengusulkan undang-undang, dan senator masih berdiskusi di Curia Romawi. Akan tetapi, Oktavianus sendirilah, serta para kaisar berikutnya, yang menentukan segalanya dan mengendalikan keputusan akhir, dan memiliki legiun untuk membantunya jika dibutuhkan.

Dewa Mata Angin (Greece Version)

ANEMOI

Anemoi (bahasa Yunani: Ἄνεμοι) adalah para orang dewa angin dalam mitologi Yunani, masing-masing melambangkan arahmata angin dan diasosiasikan dengan berbagai musim serta kondisi cuaca. Mereka kadang-kadang digambarkan sebagai hembusan angin atau pria bersayap, atau sebagai kuda-kuda dalam kandang dewa Aiolos. Orang tua mereka adalah Astraiosdan Eos.
Menara Dewa Mata Angin di Athena
Anggota Anemoi adalah sebagai berikut: Boreas, dewa angin utara dan pembawa musim dingin; Notos, dewa angin selatan dan dikaitkan dengan akhir musim panas serta awal musim gugur; Zefiros, dewa angin barat dan pembawa musm semi; dan Euros, dewa angin timur dan dikaitkan dengan musim gugur. Di antara Anemoi, Euros adalah satu-satunya yang tidak disebutkan dalam Theogonia dan Himne Orfeus. Selain empat dewa angin utama, Anemoi juga terdiri dari beberapa dewa angin lain yang melambangkan angin barat laut, timur laut, tenggara, dan barat daya.
Dalam mitologi Romawi, Anemoi dikenal sebagai Venti.


Boreas

Boreas (Dewa Angin Utara
Boreas (bahasa Yunani: Βορέας, Boréas) adalah dewa angin utara dan pembawa udara musim dingin. Dia digambarkan sebagai pria berjanggut dan bersayap serta mengenakan jubah. Pausanias menyebut bahwa Boreas memiliki kaki ular meskipun dalam seni kuno kaki Boreas dilukiskan sebagai kaki manusia.
Boreas dihubungkan dengan kuda. Dia dikatakan pernah berubah menjadi kuda jantan dan menghamili banyak kuda betina sampai akhirnya Boreas menjadi ayah dari dua belas ekor kuda. Kuda-kuda putra Boreas ini mampu berlari di ladang tanpa menginjak tanaman di ladang tersebut. Dalam versi lainnya, Boreas menghamili kuda-kuda betina itu tanpa berubah menjadi kuda jantan. Orang Yunani kuno percaya bahwa Boreas tinggal di Trakia.
Dalam suatu cerita Boreas jatuh cinta pada Oreithyia, seorang putri di kota Athena. Boreas awalnya mencoba merayu Oreithyia namun Oreithyia tetap menolak hingga akhirnya Boreas menculiknya ketika Oreithyia sedang menari di pinggiran sungai Illissos. Boreas membawa Oreithyia terbang, menutupinya dengan awan, dan memperkosanya. Dari Oreithyia, Boreas memperoleh dua orang putra (Zetes dan Kalais) dan dua putri (Khione dan Kleopatra). Anak-anak Boreas ini disebut sebagai Boread.
Sejak saat itu rakyat Athena merasa bahwa Boreas telah menjadi keluarga mereka. Ketika Athena terancam oleh serangan Xerxes, rakyat Athena berdoa pada Boreas, yang dipercaya mengirim angin yang menghancurkan 400 kapalPersia. Kejadian serupa juga terjadi dua belas tahun kemudian. Herodotus menulis:
“ Aku tidak benar-benar tahu mengapa kapal-kapal pasukan Persia terperangkap badai, namun orang-orang Athena cukup percaya bahwa Boreas telah menolong mereka, jadi ketika mereka pulang mereka membangun temapt suci untuk Boreas di tepi sungai Illisos. ”
Penculikan Oreithyia cukup populer di kota Athena baik sebelum maupun sesudah Perang Persia, dan banyak diabadikan dalam blukisan vas. Boreas biasanya digambarkan dalam lukisan-lukisan tersebut sebagai pria berjanggut dan mengenakan jubah, dan kadang-kadang rambutnya dilukiskan membeku dan tajam. Cerita ini juga dijadikan drama kuno olehAiskhilos dengan judul Oreithyia, sayangnya drama ini kini telah hilang.
Dalam mitos-mitos berikutnya, Boreas merupakan ayah dari Butes dan Likurgos. Boreas juga menjadi kekasih seorang nimfa bernama Pitis.
Dalam mitologi Romawi, Boreas dikenal sebagai Aquilo, atau Aquilon. Nama lain untuk angin utara adalah Septentrio, kata yang berasal dari septem triones ("tujuh lembu") dan mengacu pada tujuh bintang penting di rasi bintang Ursa Mayor di utara. Septentrio juga merupakan asal kata septentrional, sebuah sinonim untuk boreal yang bermakna "bagian utara".

Notos (Dewa Angin Selatan)

Notos

Notos (bahasa Yunani: Νότος, Nótos) adalah dewa angin selatan. Dia diasosiasikan dengan angin panas dan kering pada musim panas, juga dipercaya sebagai pembawa badai pada akhir musim panas dan musim gugur. Dia ditakuti sebagai perusak panen. Dalam mitologi Romawi, Notos dikenal sebagai Auster, perwujudan angin sirocco, yang membawa awan tebal dan kabut atau cuaca lembap.

Euros

Euros (bahasa Yunani: Εύρος, Eúros) adalah dewa angin timur. Dia diasosiasikan dengan musim gugur dan hujan. Simbolnya adalah vas terbalik, yang melambangkan kucuran air. Dia tinggal di timur jauh, di dekat istana Helios. Padanannya dalam mitologi Romawi adalah Vulturnus (harap dibedakan dari dewa Volturnus).

Zefiros

Zefiros, atau Zefir (bahasa Yunani: Ζέφυρος, Zéphuros) adalah dewa angin barat. Dia diasosiasikan denganmusim semi. Dia dipercaya tinggal di gua di Trakia.
Zefiros memiliki beberapa istri dalam beberapa cerita berbeda. Zefiros dikatakan sebagai suami Iris, dewi pelangi. Zefiros juga pernah berlomba dengan Boreas untuk mendapatkan cinta dewi Khloris, Zefiros menang dan memberi sang dewi taman bunga. Dari Khloris, Zefiros menjadi ayah dari Karpos. Zefiros juga pernah berhubungan dengan Podarge dan memiliki anak Balios dan Xanthos. Selain itu, Zefiros pernah jatuh cinta pada seorang pria bernama Hiakinthos. Namun Hiakinthos lebih memilih Apollo sehingga Zefiros membunuhnya.
Dalam cerita Cupid dan Psikhe, Zefiros bertugas membawa Psikhe menuju istana Cupid.
Dalam mitologi Romawi, padanan Zefiros adalah Favonius, yang berkuasa atas tanaman dan bunga. Nama Favonius, yang bermakna "menyenangkan", juga merupakan nama yang umum dalam masyarakat Romawi kuno.

Dewa Angin Lainnya

Empat dewa angin lainnya muncul dalam beberapa sumber kuno, misalnya di Menara Angin di Athena. Pada awalnya, seperti dicatat oleh Hesiod dan Homer, empat Anemoi minor ini disebut sebagai Anemoi Thuellai (Άνεμοι θύελλαι), dan merupakan roh angin yang jahat dan kejam. Mereka merupakan padanan pria dari harpi dan diciptakan oleh monster Tifon. Dewa-dewa angin ini dikurung di kandang milik dewa Aiolos sementara para Anemoi utama bisa bebas berkeliaran. Pada perkembangan selanjutnya, empat Anemoi ini digabung dengan empat Anemoi utama dan sifat-sifat mereka pun bercampur.

Kaikias adalah dewa angin timur laut. Dia digambarkan sebagai pria berjanggut dengan perisai yang penuh batu es. Namanya berasal dari kata kakía (κακία), "keburukan" atau "kejahatan". Namnya memiliki hubungan kata dengan kata dari bahasa Latin caecus "buta", sehingga dia kadang dipandang sebagai angin "gelap". Padanan romawinya adalah Caecius.

Apeliotes adalah dewa angin tenggara. Angin ini dikenal sebagai pembawa hujan dan bermanfaat bagi petani, akibatnya Apeliotes digambarkan membawa buah-buahan, bunga, atau gandum. Penampilannya adalah tak berjanggut, dengan rambut keriting, dan ekspresi yang ramah. Dia sering dicampuradukkan dengan Euros. Padanan Romawinya adalahSubsolanus. Sepereti padanan Yunaninya, Subsolanus juga sering disamakan dengan Vulturnus.

Skiron, atau Skeiron, adalah dewa angin barat laut dan melambangkan awal mula musim dingin. Dia digambarkan memiringkan kuali. Padanan Romawinya adalah Caurus, atau Corus. Corus juga merupakan salah satu dewa tertua di Romawi, dan termasuk dalam di indigetes ("dewa pribumi").

Lips, adalah dewa angin barat daya. Dia digambarkan memegang buritan kapal. Padanan Romawinya adalah Afer ventus ("angin Afrika"), atau Africus, karena Afrika terletak di sebelah barat daya Italia. Nama ini diduga berasal dari Afri, salah satu suku di Afrika Utara.

Thank you for your NICE attention.. ..Jangan lupa follow and like blog saya..

4 Dewa Penjaga Mata Angin (Asian Version)

Sesuai dengan Mata Angin, Dewa Mata angin ada 4. Ada juga beberapa manga yang menggunakan dewa-dewa ini menjadi unsur dari ceritanya. Di Jepang, tepatnya di Kyoto diceritakan bahwa Suzaku melindungi arah Selatan, Seiryu melindungi arah Timur, Byakko melindungi arah Barat, dan Genbu melndungi arah Utara.

1. Suzaku - Sang Penjaga Selatan

Suzaku
(Korea : Jujak , China : Zhu Que). Burung Zhu Que adalah salah satu dari Empat Simbol dari rasi Cina.Suzaku mewakili unsur api, arah selatan, musim panas. Jadi kadang-kadang disebut burung Vermilion Selatan dan juga dikenal sebagai Suzaku di Jepang dan Jujak di Korea. Hal ini sering keliru untuk Fenghuang karena kesamaan dalam penampilan, tetapi dua makhluk berbeda. Fenghuang adalah raja dari burung, sementara Vermilion Burung adalah makhluk roh mitologis dari konstelasi Cina. Burung Suzaku yang merupakan burung yang elegan dan mulia baik dalam penampilan dan perilaku, sangat selektif dalam apa yang makan dan tempat bertengger, dengan bulu-bulu dalam berbagai warna dari oranye kemerahan. Suzaku yang sering dikaitkan dengan mitos Phoenix karena asosiasi mereka dengan api.

2. Seiryu - Sang Penjaga Timur

Seiryu
(Korea:ChungRyong , China:Qing Long). Seiryu adalah salah satu dari Empat Simbol dari rasi Cina. Kadang-kadang disebut Naga Azure dari Timur, dan dikenal sebagai Seiryuu di Jepang dan Cheongryong di Korea. Seiryu mewakili arah timur dan musim semi. Menurut Wu Xing, Seiryu berelemen kayu (Wood). Jangan terkecoh dengan mitologi naga kuning yang berhubungan dengan Kaisar Cina. Di Jepang, Naga Azure (Seiryuu) adalah salah satu dari empat roh wali kota dan dikatakan untuk melindungi kota Kyoto di timur. Barat dilindungi oleh Macan Putih, di sebelah utara dilindungi oleh Black Tortoise, selatan dilindungi oleh Vermilion Bird, dan pusat dilindungi oleh Yellow Dragon. Di Kyoto terdapat kuil untuk masing-masing roh penjaga. Naga Azure ini diwakili dalam Kuil Kiyomizu di timur Kyoto. Sebelum pintu masuk candi terdapat patung naga yang katanya minum dari air terjun di dalam kompleks candi di malam hari. Oleh karena itu setiap tahun diadakan upacara untuk menyembah naga dari timur. 
Di Jepang, naga biru adalah salah satu dari empat roh wali kota dan negara bagian yang melindungi kota Kyoto di Timur. Barat dilindungi oleh Byakko, Genbu melindungi arah Utara dan Selatan dilindungi oleh Suzaku.

3. Byakko - Sang Penjaga Barat

Byakko
(Korea:Baekho , China:Xi Fang Bai Hǔ). Macan Putih adalah salah satu dari Empat Simbol dari rasi Cina. Hal ini kadang-kadang disebut Macan Putih Barat, dan dikenal sebagai Byakko di Jepang dan Baekho di Korea. Ini mewakili arah barat, musim gugur dan unsur besi.
Selama Dinasti Han, orang-orang percaya bahwa harimau menjadi raja dari semua binatang. Legenda menceritakan bahwa ketika seorang harimau mencapai 500 tahun, ekornya akan menjadi putih. Dengan cara ini, harimau putih menjadi semacam makhluk mitologis. Konon harimau putih hanya akan muncul ketika kaisar memerintah dengan kebajikan mutlak, atau jika ada perdamaian di seluruh dunia. Karena warna putih dari cina juga mewakili lima unsur barat, harimau putih dengan demikian menjadi wali mitologi barat.
Dalam Kitab Tang, yang reinkarnasi dari Byakko adalah Li Luo Cheng dan reinkarnasi Seiryu adalah dikatakan sebagai pemberontak dinamakan Xiongxin . Mereka berdua adalah saudara bersumpah pada Qin Shubao, Cheng Zhijie dan Yuchi Jingde. Jiwa mereka setelah kematian dikatakan memiliki tubuh pahlawan baru Dinasti Tang dan Dinasti Liao, Xue Rengui dan Dia Suwen
Dalam beberapa legenda dari Dinasti Tang, Rengui Xue ia dikatakan sebagai reinkarnasi dari Byakko, dan musuh bebuyutan, Dinasti Liao pangeran Suwen Dia adalah reinkarnasi dari Seiryu.

4. Genbu - Sang Penjaga Utara

Genbu
(Korea : Hyunmoo , China : Xuan wǔ). Kura-kura Hitam dari Utara atau Shadow Warrior adalah salah satu dari empat titik kardinal dan totem binatang zodiak Cina. Hal ini juga salah satu dari empat fantastis hewan dari teori empat elemen. Genbu mewakili arah Utara dan berhubungan dengan air.
Nama cinanya terdiri dari Xuan, "kabur" dan wǔ, "pejuang", merujuk pada cangkangnya baju besi. Juga disebut "kura-kura-ular", biasanya digambarkan sebagai seorang penyu di sekitar yang melilitkan ular. Wujud ini bisa menjadi mitos asal mengklaim bahwa kura-kura laki-laki sering tak berdaya, menyatukan wanita dengan ular. Kepercayaan ini di balik simbolisme yang kontradiktif binatang suci sejak zaman dahulu karena kembali representasi alam semesta, kadang-kadang tidak bermoral.
Penyu hitam adalah yang terbesar dari astrologi totem binatang karena aturan seperempat utara zodiak yang merupakan bintang kutub, sumbu dari langit dan rasi bintang yang mengatur kelahiran, kematian dan umur panjang.

Thank you for your NICE attention.. ..Jangan lupa follow and like blog saya..

17 Mei 2012

Kitab Kematian, Koleksi Mantra Mesir

Kitab Kematian merupakan koleksi mantra yang digunakan orang Mesir untuk membantu mereka masuk ke akhirat.
Ada kemiripan antara kode moral bangsa Mesir kuno dan bangsa awal Israel. Sepuluh Hukum yang diberikan Allah kepada Musa di atas Gunung Sinai secara jelas diatur dalam tradisi Mesir, isi yang sama dengan Kitab Kematian. Agama Mesir merupakan kepercayaan politeistik, ratusan dewa dan dewi disembah di sepanjang lembah Nil. Para Dewa diyakini menampakkan diri dalam gambar tertentu dan seniman menggambarkannya dalam bentuk patung.
Apa sebenarnya isi Kitab Kematian dari bangsa Mesir? John Taylor (dari Museum Inggris) dan Ahmed Osman (sejarawan, dosen, Egyptologist Inggris) akan menjelaskan secara rinci tentang Kitab Kematian yang dianggap sakral dalam dunia magis.

Kitab Kematian, Mantra Menuju Surga

Mereka menganggap akhirat sebagai bagian dari perjalanan untuk mencapai surga, perjalanan yang berbahaya sehingga memerlukan magis sepanjang perjalanan. Kitab Kematian bukan seperti Alkitab, bukan kumpulan doktrin atau suatu pernyataan iman, tetapi panduan praktis menuju dunia berikutnya dengan mantra yang akan membantu perjalanan itu.
Kitab Kematian, kitab mantra, mantra
Kitab Kematian Mesir, Pinedjem II Dynasty ke-21, Circa 990-969 SM / Photo: British Museum
Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki, selain tubuh fisik, yang bersifat rohani ganda. Menganggap nama dan bayangan seseorang sebagai entitas yang hidup, bagian dari eksistensi spiritual, bukan hanya bahasa dan fenomena alam. Anggapan bahwa kematian hanya sebagai gangguan sementara, bukan penghentian hidup yang lengkap, dan percaya bahwa setelah kematian mereka akan menghadapi pengadilan di dunia bawah sebelum dewa Osiris dan 42 hakim di Aula Pengadilan.
Pada masa dinasti ke-18 Unas sekitar 1500 SM, mantra ini disalin pada gulungan papirus dan ditempatkan ke dalam peti mati. Gulungan ini dikenal sebagai salinan dari Kitab Kematian.
Kitab Kematian biasanya menggunakan gulungan papirus dengan berbagai mantra tertulis di atasnya, dalam naskah hieroglif. Biasanya memiliki ilustrasi berwarna yang indah, sangat mahal sehingga hanya digunakan bagi mereka yang kaya dan berstatus tinggi. Hal ini bergantung pada pada kekayaan masing-masing, bisa membeli papirus yang sudah diisi mantra atau bisa menghabiskan banyak uang untuk memilih mantra yang diinginkan.

Mantra Pelindung Tertulis Dalam Kitab Kematian

Beberapa mantra memastikan mereka untuk mengontrol tubuh setelah kematian. Orang Mesir kuno percaya bahwa seseorang terdiri dari elemen berbeda yaitu tubuh, roh, nama, hati, semua itu perwujudan seseorang, dan mereka takut bahwa elemen-elemen tersebut akan menghilang setelah kematian. Ada banyak mantra untuk memastikan mereka agar tidak kehilangan kepala atau hati dan tidak membusuk, serta mantra lain tentang menjaga hidup dengan menghirup udara, memiliki air minum dan makanan.
Ada juga mantra yang melindungi diri sendiri karena menurut orang Mesir kuno, mereka akan diserang dalam perjalanan ke akhirat melalui berbagai media seperti binatang buas, diserang oleh dewa atau setan yang melayani dewa. Dalam dunia berikutnya ada banyak dewa yang menjaga gerbang yang harus dilewati, dan jika tidak memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan, dewa-dewa itu akan menyerang, mereka memiliki pisau dan ular di tangan. Hal ini didasarkan pada ancaman yang mereka ketahui dalam kehidupan nyata, hanya jauh lebih menakutkan dan jauh lebih berbahaya.
Tanpa mantra yang benar mereka bisa dihukum, seperti disimpan di blok pembantaian, dipenggal kepalanya, atau bisa terbalik (proses pencernaan juga terbalik, sehingga harus makan kotoran dan minum air kencing selamanya).
Hal terburuk yang bisa terjadi yaitu kematian kedua. Mereka tewas dan semangat tidak bisa kembali sehingga mereka akan memiliki kehidupan setelah kematian.

Mantra Mengandung Perintah Dewa

Menurut Ahmed Osman (sejarawan, dosen, peneliti, penulis, Egyptologist Inggris), bahwa sepuluh Perintah Dewa merupakan perintah kepada manusia yang diberikan dalam bentuk imperatif. Mantra Mesir menggunakan kalimat seperti ‘Jangan membunuh, Engkau tidak berzinah, Jangan mencuri, Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu’.
Mereka akan berkata:
Salam untukmu, Dewa yang besar, Tuhan Dua Kebenaran. Aku datang kepadamu, Tuhanku, supaya engkau membawa saya untuk melihat keindahan-Mu. Aku mengenal Engkau, aku tahu nama-Mu, aku tahu nama-nama 42 Dewa yang berada dengan Engkau di aula Dua Kebenaran yang luas… Lihatlah, Aku datang kepadamu. Saya telah membawa kebenaran kepadamu, aku telah melakukan dosa bagi Mu. Aku tidak berdosa terhadap siapapun. Saya bukan orang teraniaya. Aku tidak melakukan kejahatan, bukan kebenaran…
Sebanyak 125 mantra dalam Kitab Kematian bertentangan dengan Kitab Exodus, berisi kode moral yang direpresentasikan dalam bentuk ‘pengakuan negatif’ bahwa orang mati harus membaca mantra (yang tertulis di Kitab Kematian) ketika mereka memasuki ruang ‘Dua Kebenaran’.


Thank you for your NICE attention.. ..Jangan lupa follow and like blog saya..

Sejarah Kota Batu, Petra

Kota batu, Petra (dari kata Latin ‘petrae’, yang berarti ‘batu’) terletak pada celah lembah besar timur Wadi ‘Araba di Yordania sekitar 80 kilometer selatan Laut Mati. Kota batu ini terkenal dalam dua hal yaitu perdagangan dan sistem hidroliknya rekayasa secara lokal hingga masa pemerintahan Trajan, tetapi berkembang di bawah pemerintahan Romawi. Kota utamanya adalah Nabataea kuno yang berkembang melalui perdagangan rempah-rempah di akhir abad pertama sebelum Masehi.

Sejarah Kota Batu

Kota Petra berkembang dengan jalan berpilar pada abad pertama dan pada abad pertengahan pertama dengan urbanisasi yang cepat. Dimulai dari desa Wadi Musa hingga pusat kota, kedua sisi jalan dibangun berpilar memanjang antara Teater di timur dan Qasr al-Binti di barat.
Menurut tradisi di abad 1200 SM, wilayah Petra dihuni oleh orang Edom dan daerah ini dikenal sebagai Edom (“merah”). Sebelum serangan Israel, orang Edom menguasai rute perdagangan dari Arab di selatan hingga Damaskus di utara. Sedikit yang diketahui tentang penduduk Edom di kota batu Petra, tetapi mereka dikenal karena bijaksana, tulisan, industri tekstil, keunggulan dan kehalusan keramik, dan ketrampilan mengolah logam.
petra, kota batu
Peninggalan kota batu, Petra (Gambar: Wikipedia)

Kota Batu Dalam Sejarah Persia

Mengemukakan bahwa selama ini penduduk Nabataea bermigrasi ke Edom, memaksa penduduk Edom untuk pindah ke Palestina selatan. Tapi sedikit yang diketahui tentang kota batu Petra hingga sekitar abad 312 SM priode Nabataea. Suku Arab yang sempat menduduki dan membuat ibukota kerajaan mereka. Selama pemerintahan Helenistik dari Seleukus, kemudian dinasti Ptolemaic, seluruh area berkembang dengan peningkatan perdagangan dan pembentukan kota-kota baru seperti Philadelphia dan Gerasa. Pertikaian antara Seleukus dan dinasti Ptolemaic digunakan warga Nabataea sebagai kesempatan besar untuk mendapatkan rute perdagangan antara Saudi dan Suriah. Meskipun ada perjuangan antara Maccabeans Yahudi dan penguasa Seleukus, tetapi perdagangan Nabatea tetap dilanjutkan.
Dengan aturan Nabatea di kota batu Petra menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang diteruskan dari Saudi ke Aqaba dan Petra, selanjutnya ke Gaza di barat laut, atau ke utara melalui Amman untuk Bostra, Damaskus, dan akhirnya ke Palmyra dan Gurun Suriah. Monumen Nabatea Klasik mencerminkan karakter internasional dari ekonomi Nabatea melalui kombinasi tradisi asli dan semangat klasik.
Di antara semua prestasi Nabatea yang paling luar biasa adalah sistem rekayasa hidrolik yang dikembangkan, termasuk sistem konservasi air dan bendungan yang dibangun untuk mengalihkan aliran air musim dingin, yang pada akhirnya menciptakan banjir bandang.
Pada abad 64-63 SM, Nabataea ditaklukkan oleh jenderal Romawi (Pompey), dengan tujuan mengembalikan kota-kota yang diambil oleh orang Yahudi. Namun dia membebaskan warga Nabataea meskipun daerah itu dikenakan pajak oleh orang Romawi dan sebagai wilayah penyangga terhadap suku-suku padang pasir. Seluruh kekuasaan di bawah Kaisar Trajan tahun 106, Petra dan Nabataea kemudian menjadi bagian dari provinsi Romawi dikenal sebagai Saudi Petraea dengan ibukota di Petra. Pada tahun 131 (CE) Hadrian, Kaisar Romawi mengunjungi situs kota batu dan menamakannya Hadriane Petra. Kota ini terus berkembang selama periode Romawi, dengan Triumphal Arch mencakup Siq, dan struktur makam yang dipahat dari batu karang. Di bawah pemerintahan Romawi, monumen Romawi Klasik semakin banyak dengan seni Nabatea.
Pada tahun 313 (CE) Kristen menjadi agama negara yang telah diakui. Pada tahun 330, Kaisar Konstantin mendirikan Kekaisaran Romawi Timur dengan ibukotanya di Konstantinopel. Meskipun gempa di tahun 363 menghancurkan setengah kota, Petra mempertahankan vitalitas perkotaan ke dalam zaman kuno akhir, ketika itu kursi kekuasaan melalui keuskupan Bizantium. Gereja Petra yang baru digali dengan dokumen gulungan papirus di periode ini.
Pada periode ini juga ada bukti arkeologi dan dokumenter yang mencolok tentang akomodasi antara Kristen dan aristokrasi kafir. Setelah itu orang dapat membaca arkeologi dari hidup masyarakat tengah terfragmentasi antara Bizantium dan kembali menggunakan batu kapur dan batu pasir dari masa klasik. Penduduk selama Masa Bizantium membangun ulang struktur yang telah ada monumen yang terpecah, mereka juga membangun gedung-gedung mereka sendiri termasuk gereja-gereja seperti Gereja Petra yang telah tergali dengan desain mosaik luar biasa. Di antara monumen situs kota batu yang mereka bangun kembali adalah makam besar atau Ad-Dayr (dikenal juga sebagai ‘Biara The‘) yang dimodifikasi menjadi sebuah gereja. Dengan perubahan rute perdagangan, dampak penurunan ekonomi Petra tak terelakkan. Gempa bahkan lebih berdampak parah pada kota di tahun 551 tanpa kecuali yang membawa kehancuran kota. Dengan munculnya Islam, Petra menjadi sebuah komunitas terpencil. Kota Petra terungkap pada tahun 1812 untuk pertama kalinya sejak Perang Salib ketika ditemukan oleh Johann Ludwig Burckhardt, seorang penjelajah Swiss.

Penemuan Situs Kota Batu

Sebagai salah satu situs kota batu paling spektakuler di Timur Tengah, Petra telah lama menarik wisatawan dan penjelajah. Selama abad ke-19, setelah kunjungan pertama J.L. Burckhardt, situs itu banyak dikunjungi dan didokumentasikan oleh orang Eropa. Sebuah sintesis situs diterbitkan oleh Libbey dan Hoskins pada tahun 1905 menyajikan salah satu ikhtisar pertama yang tercetak. Ekspedisi ilmiah awal yang diterbitkan dalam Petraea Saudi pada tahun 1907, oleh A. Musil. Dalam Brünnow RE tahun 1920-an dan A.Von Domaszewski melakukan survei situs dan menerbitkan sebuah proyek pemetaan mereka (Die Provincia Saudi), kemudian diperbaharui oleh Judith McKenzie pada tahun 1990.
Pada tahun 1958, P.J Parr dan CM Bennett dari Inggris Arkeologi mulai menggali dari pusat kota batu, hasilnya yang paling informatif dan ilmiah sampai saat ini. Proyek Petra/Jerash yang dilakukan oleh Departemen Yordania Antiquities, University of Jordan, University of Utah, dan arkeolog Swiss, telah menggali sejumlah monumen di kedua situs. Arsitektur yang terlihat di Petra mengindikasikan sebuah kota, meskipun hampir 100 tahun penggalian, hanya satu persen dari kota itu yang terselidiki. Kuil Besar pertama kali dieksplorasi oleh Brünnow dan Von Domaszewski. Bachmann, dalam revisi tentang kota batu Petra yang mengatakan adanya Candi Agung sejalan dengan Colonnade terletak di lereng bukit sebelah selatan.


Thank you for your NICE attention.. ..Jangan lupa follow and like blog saya..

Pola-pola Hereditas

Pola-pola hereditas mempelajari berbagai macam cara pewarisan sifat, yang meliputi: Pautan (linkage) Pindahsilang (crossing over) Paut...